Jalan Tol Yogyakarta - Solo

project

PJPKMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan BPJT sebagai penerima kuasa PJPK
Estimasi InvestasiRp. 1.53 Triliun
Estimasi Periode36 tahun
LokasiDI. Yogyakarta -Jawa Tengah
Status ProyekOutline Business Case (OBC)
Skema InvestasiBOT
F IRRCurrently Reviewed
Panjang45 km
Sumber DataPPP Book 2017

Latar Belakang

Yogyakarta (Jogja) dan Solo memiliki daya tarik tersendiri bagi penduduk setempat dan wisatawan. Kedua kota ini kaya akan budaya lokal karena mereka memiliki istana Jawa serta ada banyak patung yang tersebar di sekitar kawasan ini. Hal ini membuat Yogyakarta dan Solo menjadi tujuan wisata yang penting di Indonesia. Selama musim liburan seperti Liburan Natal & Tahun Baru dan Hari Raya Idul Fitri, kemacetan besar terjadi di daerah ini. Akibatnya, pembangunan jalan tol baru yang menghubungkan Jogja-Solo akan mengatasi masalah kemacetan dan akhirnya akan mempercepat mobilisasi orang-orang dari Jogja ke Solo.


Tujuan

Tujuan pengembangan proyek ini adalah untuk mengakomodasi peningkatan volume lalu lintas di sekitar Jogja dan Solo.

Lingkup Proyek

Jalan tol Jogja-Solo akan melintasi Kabupaten Sleman di Yogyakarta dan 3 kabupaten di Jawa Timur; Kabupaten Surakarta, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten. Sleman adalah daerah yang berkembang dengan baik terutama dalam perdagangan. Tiga kabupaten lainnya memiliki potensi sumber daya sendiri yang akan menarik pertumbuhan ekonomi di sekitar Jawa Timur. Jalan tol ini panjangnya sekitar 45 km.

Spesifikasi

Spesifikasi teknis Jalan Tol Jogja - Solo adalah sebagai berikut:

Struktur Proyek


Skema InvestasiBOT
Sumber Pengembalian InvestasiPembayaran oleh Pemanfaat

Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL)

Penilaian Dampak Lingkungan diperlukan untuk proyek ini berdasarkan Pemerintah Peraturan 27/2012.

Namun, dampak utama proyek jalan tol adalah:

  • Tingkat kebisingan
  • meningkat Lalu linas disekitar lokasi
  • Berkurangnya kualitas udara, kualitas air bawah tanah, kualitas sungai
  • Gangguan habitat vegetasi dan fauna
  • Persepsi dan konflik social
  • Gangguan pada struktur Lahan


Rencana Aksi Pembebasan Lahan dan Pemukiman

Proses pembebasan lahan belum dimulai. Diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar USD 10 juta untuk pengadaan lahan termasuk bangunan, pabrik dan utilitas. Pengadaan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Lahan Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Publik.

Pengadaan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Lahan Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Publik

Ikuti Perkembangan Proyek Ini

Dapatkan informasi perkembangan proyek "Jalan Tol Yogyakarta - Solo" dengan mengisi data berikut ini. Kami akan menyampaikan informasinya melalui email anda.