Jalan Tol Yogyakarta - Bawen

project

PJPKMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan BPJT sebagai penerima kuasa PJPK
Estimasi InvestasiRp. 3.67 Triliun
Estimasi Periode30 tahun
LokasiD.I. Yogyakarta - Jawa Tengah
Status ProyekFinal Business Case (FBC)
Skema InvestasiBOT
F IRR18.35%
Panjang71.561 km
Sumber DataPPP Book 2017

Latar Belakang

Semarang dan Yogyakarta adalah kota yang berkembang dengan baik di antara kota dan kabupaten lainnya yang dilalui oleh Jalan Tol Yogyakarta dan Bawen. Hal itu akan berdampak pada pembangunan kota karena akan meningkatkan persekutuan antar kabupaten dan kota lainnya berdasarkan sisi dalam dan luar. Apalagi, dengan cara ini, ada banyak pemandangan indah yang menjadi daya tarik wisata. Pembangunan jalan tol ini penting untuk menutupi mobilitas orang-orang yang melintasi kota ini.

Tujuan

Tujuan dari proyek ini adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kemitraan antar kabupaten dan kota di sekitar jalan tol Yogyakarta-Bawen;
  2. Mengembangkan kegiatan wisata di sekitar jalan tol Yogyakarta-Bawen;
  3. Untuk mengakomodasi aktivitas lalu lintas yang terjadi dengan mobilitas masyarakat sekitar wilayah Yogyakarta dan Bawen.


Lingkup Proyek

Jalan tol ini terbagi menjadi tiga bagian:

  1. Bagian 1, Bawen ke Secang (STA 0 + 000 sampai STA 22 + 200) termasuk Simpang Bawen Dan Simpang Secang;
  2. Bagian 2, Secang ke Borobudur (STA 22 + 200 sampai STA 53 + 500) tanpa persimpangan;
  3. Bagian 3, Yogyakarta ke Borobudur (STA 53 + 500 sampai STA 71 + 393.852) termasuk simpang Borobudur

Spesifikasi


Skema InvestasiBOT
Sumber Pengembalian InvestasiPembayaran oleh Pemanfaat

Penilaian Dampak Lingkungan diperlukan untuk proyek ini berdasarkan Pemerintah Peraturan 27/2012.

Namun, dampak utama proyek jalan tol adalah:

  • Tingkat kebisingan
  • meningkat Lalu lintas disekitar lokasi
  • Berkurangnya kualitas udara, kualitas air bawah tanah,
  • kualitas sungai Gangguan habitat vegetasi dan fauna
  • Persepsi dan konflik social

Rencana Aksi Pembebasan Lahan dan Pemukiman

Diperkirakan akan membutuhkan lahan seluas 6,7 juta m2. Pengadaan tanah akan dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Pengadaan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Lahan Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Publik

Ikuti Perkembangan Proyek Ini

Dapatkan informasi perkembangan proyek "Jalan Tol Yogyakarta - Bawen" dengan mengisi data berikut ini. Kami akan menyampaikan informasinya melalui email anda.