Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Legok Nangka

project

PJPKDinas Perumahan Dan Permukiman Provinsi Jawa Barat
Estimasi InvestasiRp. 594 Miliar
Estimasi Periode20 tahun
LokasiJawa Barat
Status ProyekFinal Business Case (FBC)
Skema InvestasiBOT
F IRRCurrently Reviewed
Input Sampah1800 ton/hari yang berasal dari 6 kabupaten/kota
Sumber DataPPP Book 2017

Latar Belakang

Pengelolaan limbah padat merupakan salah satu masalah utama di banyak kota di Indonesia. Penanganan yang buruk akan menyebabkan polusi tanah dan udara, masalah kesehatan dan kelayakan kota. Provinsi Jawa Barat berupaya memperbaiki penggunaan TPA sanitaria dengan mengembangkan Tempat Pembuangan Limbah Akhir (TPPAS) di Legok Nangka. Lokasi akan menggantikan TPPAS Sarimukti yang ada dimana masa berlakunya berakhir pada 2016. TPPAS Legok Nangka bertujuan untuk menyediakan pengolahan dan pengolahan limbah padat yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi. Dan Kabupaten Garut. TPPAS terletak di Desa Legoknangka, Ciherang, dan Nagreg, Kabupaten Bandung dengan luas sekitar ± 74,6 Ha.

Tujuan

Tujuan proyek adalah sebagai berikut:
  1. Perbaiki pengolahan limbah padat
  2. Kurangi total sampah di wilayah Jawa Barat
  3. Mengusulkan teknologi ramah lingkungan baru

Lingkup Proyek

Berdasarkan studi kelayakan pra, proyek akan menggunakan gasifikasi penuh untuk teknologinya. Ini akan menghasilkan listrik dan akan dijual ke PLN untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Pelayanan minimal untuk proyek ini adalah 920 ton per hari dari lima kabupaten dan kota sekitar proyek selama tahap operasional. Hasil produk harus memenuhi standar domestik dan internasional. Pengolahan limbah juga diharapkan bisa menghasilkan dampak lingkungan minimal yang terkait dengan emisi, bau, kebisingan, dan penyakit.

Spesifikasi

Spesifikasi teknis untuk TPPAS Legok Nangka adalah sebagai berikut:
  1. Fasilitas TPPAS meliputi pengolahan limbah dan tempat pembuangan akhir saniter Masukan
  2. rencana limbah maksimum: 2.180 ton / hari
  3. Keluaran:          

- Produksi listrik: 342.000 kWh per hari

- Kompos: 90 ton per hari

Temuan Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL)

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Bandung telah menerbitkan izin lingkungan No 667/001 / BPMP, 2013 terkait dengan pengembangan TPPAS di Legok Nangka. Ruang lingkup izin ini terdiri dari tahap pra - konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi dan pasca - operasi.

Rencana Aksi Pembebasan Lahan dan Pemukiman

Studi pra - kelayakan menunjukkan bahwa beberapa lahan dimiliki oleh masyarakat setempat dan oleh karena itu Membutuhkan pembebasan lahan.

Struktur Proyek 

Biaya investasi untuk TPPAS Legok Nangka sekitar USD 43,73 juta sedangkan biaya operasi dan perawatan diperkirakan sekitar USD 4,97 juta atau setara dengan USD 9,1 / ton. Komposisi pembiayaan dibagi menjadi 9,43% dari APBD, 26,10% dari APBN dan 64,47% dari investasi swasta.

Skema InvestasiBOT
Sumber Pengembalian InvestasiPembayaran Oleh Pemerintah
Dukungan pemerintah akan diidentifikasi dalam studi lebih lanjut

Ikuti Perkembangan Proyek Ini

Dapatkan informasi perkembangan proyek "Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Legok Nangka" dengan mengisi data berikut ini. Kami akan menyampaikan informasinya melalui email anda.